" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > bayar lebih untuk dapat sim atau paspor , apakah masuk suap ? < / h3 > " , " isi " :[ " assalamu ' alaikum wr . wb . " , " ustadz yang hormat , langsung saja , di indonesia adalah hal yang biasa bahwa untuk urus surat - surat penting seperti sim , paspor , bahkan kadang - kadang ktp , kita harus keluar uang lebih dari tentu . jika tidak mau bayar , maka akan sulit atau lama sekali urus . jika dengan kondisi seperti ini kita lantas bayar , apakah masuk dalam suap ? " , " terima kasih atas jawab . " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " mon 6 january 2014 07 : 15  " , "  11 . 622 views  n " , " n " , " n " , " assalamu ' alaikum wr . wb . " , " ustadz yang hormat , langsung saja , di indonesia adalah hal yang biasa bahwa untuk urus surat - surat penting seperti sim , paspor , bahkan kadang - kadang ktp , kita harus keluar uang lebih dari tentu . jika tidak mau bayar , maka akan sulit atau lama sekali urus . jika dengan kondisi seperti ini kita lantas bayar , apakah masuk dalam suap ? " , " terima kasih atas jawab . " , " n " , " harus di era reformasi seperti sekarang ini , sudah tidak perlu lagi jadi buruk itu jadi . sebab paradigma layan publik itu sudah ubah . paling tidak di kalang konseptor . namun seperti yang anda kata , nyata di lapang seringkali tidak sesuai dengan teori . " , " nyata masih banyak urus birokrasi yang tele - tele dan ujung kepada uang licin . kalau ada uang licin , urus bisa cepat . bahkan kalau perlu malam hari pun akan layan . balik , kalau tidak ada uang , maka bulan - bulan buah berkas itu hanya akan endap di laci meja . " , " semua ini ujung pangkal dari mentalitas para layan masyarakat itu sendiri . di mana lama ini etos kerja yang kembang memang demikian rupa . sampai hari ini masih banyak bobrok di masa lalu yang masih berseliwerant . dan ujung - ujung kembali lagi kepada berapa uang yang setor . kalau ada uang , uruusn bisa cepat . tapi kalau tidak ada , jalan apa ada . " , " ada buah rumah makan cepat saja yang harus kita bisa cermin . rumah makan ini bukan hanya mampu beri hidang siap santap dalam hitung detik , tetapi punya fasilitas layan delivery yang bilang profesional . bahkan 24 jam siap layan siapa yang telepon . dengan harga yang sangat murah , jam 3 malam kita bisa makan sahur dengan menu restoran cepat saji . pegawai datang ketuk pintu kita di tengah malam buta , dar untuk antar makan pesan kita . " , " semua ini bisa jalan karena managemen yang profesional , sistem yang canggih , tambah prinsip layan kepada langgan yang maksimal . dan tentu langgan bisa nikmat layan yang baik . " , " mampu para jabat di negeri kita cipta sistem yang seperti ini ? " , " rasa memang agak mustahil . sebab kalau kita lihat sejak awal proses orang jabat duduk jabat , belum apa - apa sudah ada kolusi , sogok , monety politik , serta aroma uang yang tebar di sana - sini . idealisme tentang layan publik yang profesioal seperti yang kembang restoran cepat saji itu nyaris sudah kubur hidup - hidup . justru paradigma yang jadi adalah bagaimana jadi kantor layan publik dan birokrasi itu bagai tambang emas atau sapi perah . " , " maka kita bagai rakyat tidak lain duduk bagai sapi perah , korban dari managemen bobrok yang sudah usang , serta mentalitas pegawai negeri yang masih punya paradigma lama . kalau kita butuh urus yang cepat padahal itu adalah hak kita , kita akan paksa perangkap dengan tarif tentu . " , " semua ini bisa ibarat bahwa kita seperti kafilah dagang yang lintas padang pasir , lalu di tengah jalan begal , jarah , rampok dan masih syukur kalau tidak habis nyawa . untuk bisa selamat dari begal ini , para rampok itu paksa kita uang tebus . " , " karena tidak ada pilih lain , paksa kita pun harus beri , agar harta dan nyawa kita bisa selamat . sebab kalau tidak , resiko adalah kita akan hilang harta sekaligus nyawa . tentu saja di mana - mana begal itu adalah buah jahat . namun kalau kita paksa harus korban beri bagi harta kita kepada para coleng itu , bukan arti tindak kita itu salah . " , " demikian pula ketika hak kita untuk bisa dapat layan sesuai dengan waktu tidak penuh , sementara kita kejar waktu . maka dalam pandang kami , meski buat beri uang licin itu tidak bisa benar , namun dalam hal ini kita hanya sedang tebus hak kita yang begal oleh para ' jahat birokrasi ' itu . hak kita adalah dapat pelayaan yang cepat dan muas , tetapi hak itu rampas oleh mereka . tidak beri kecuali kalau kita harus bayar tebus . maka ketika kita bayar tebus itu , dari sudut pandang kita , bukan sogo , lain kita tebus hak kita yang rampas . " , " adapun yang sebut dengan sogo yang haram adalah bila kita sogok orang jabat untuk laku curang , langgar hukum dan atur , atau keluar putus yang tidak adil dan rugi orang lain . atau sogok orang hakim agar menang perkara kita , padahal kita tahu bahwa kita yang salah . " , " jumhur ulama beri kecuali kepada mereka yang tidak bisa dapat hak kecuali dengan syarat harus bayar jumlah uang terentu . inti , yang minta dosa karena halang orang dapat hak , sedang yang bayar untuk dapat hak tidak dosa , karena dia laku untuk dapat apa yang jelas - jelas jadi hak cara khusus . maksud hak cara khusus adalah untuk beda dengan hak cara umum . " , " jumhur ulama boleh suap yang laku untuk oleh hak dan cegah kezhaliman orang . namun orang yang terima suap tetap dosa "
